Beranda | Artikel
Berita Gembira bagi Orang yang Berpegang Teguh kepada Al-Quran
18 jam lalu

Berita Gembira bagi Orang yang Berpegang Teguh kepada Al-Qur’an adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Minnah ‘Alim Ar-Raqib. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 5 Rabiul Awal 1448 H / 18 Agustus 2026 M.

Kajian Hadtis Tentang Hadits tentang Berpegang Teguh kepada Al-Qur’an

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «أَبْشِرُوا، أَلَيْسَ تَشْهَدُونَ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ؟» قَالُوا: بَلَى. قَالَ: «إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَبَبٌ، طَرَفُهُ بِيَدِ اللَّهِ، وَطَرَفُهُ بِأَيْدِيكُمْ، فَتَمَسَّكُوا بِهِ، فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوا وَلَنْ تَهْلِكُوا بَعْدَهُ أَبَدًا»

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar menemui kami, lalu bersabda, ‘Bergembiralah. Bukankah kalian telah bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah?’ Para sahabat menjawab, ‘Benar. Kami bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.’ Beliau kemudian bersabda, ‘Sesungguhnya Al-Qur’an ini merupakan tali penghubung antara seorang hamba dan Allah. Salah satu ujungnya berada di tangan Allah, sedangkan ujung lainnya berada di tangan kalian. Oleh karena itu, berpegang teguhlah kalian kepadanya. Kalian tidak akan tersesat dan tidak akan binasa selama berpegang teguh kepada Al-Qur’an.’” (HR. At-Tabrani)

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dengan sanad yang baik.

Kesaksian kepada Allah dan Rasul-Nya

Diriwayatkan dari Jubair bin Mut’im radhiyallahu ‘anhu berkata,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْجُحْفَةِ، فَخَرَجَ عَلَيْنَا فَقَالَ: «أَلَيْسَ تَشْهَدُونَ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، وَأَنَّ الْقُرْآنَ جَاءَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ؟»

“Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di suatu tempat yang bernama Al-Juhfah. Beliau kemudian keluar menemui kami dan bersabda, ‘Bukankah kalian bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, serta bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah?’”

“Berita gembira bagi kalian. Sesungguhnya salah satu ujung Al-Qur’an berada di tangan Allah, sedangkan ujung yang lain berada di tangan kalian. Maka berpegang teguhlah kepadanya. Kalian tidak akan binasa dan tidak akan tersesat selamanya setelah berpegang teguh kepada Al-Qur’an.”

Dua hadits, yaitu hadits Abu Suraikh dan hadits Zubair bin Mut’im, menjelaskan berita gembira bagi orang yang bersaksi dan beriman bahwa tidak ada sembahan yang benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Persaksian ini merupakan rukun Islam yang pertama.

Pelajaran kedua ialah berita gembira bagi orang-orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an. Berpegang teguh kepada Al-Qur’an dilakukan dengan membacanya, merenungkan kandungannya, dan mengamalkan ajaran-ajarannya.

Orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an tidak sekadar membacanya, tetapi juga memahami kandungan, merenungkan ayat-ayat, dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.

Al-Qur’an sebagai Pembeda antara Petunjuk dan Kesesatan

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah Ta’ala berkata bahwa Al-Qur’an adalah pembeda antara petunjuk dan kesesatan, antara penyimpangan dan petunjuk, serta antara keraguan dan keyakinan.

Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca dengan tadabur dan direnungkan makna serta kandungannya. Dengan membaca, menghafal, mengingat, dan memahami kandungannya, jiwa akan memperoleh kebahagiaan dan ketenangan.

Al-Qur’an harus dipahami dengan makna dan kandungan yang terbaik, dibenarkan, serta dijadikan pedoman untuk melaksanakan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangannya.

Hadits ini juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah, yaitu firman Allah, bukan makhluk. Sebagian ahlul kalam yang menyimpang dari Ahlus Sunnah wal Jamaah berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk yang Allah ciptakan di suatu tempat, kemudian diwahyukan kepada Jibril dan disampaikan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Pendapat tersebut menyimpang dari kebenaran.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56478-berita-gembira-bagi-orang-yang-berpegang-teguh-kepada-al-quran/